SEJARAH DESA

Randudongkal merupakan nama sebuah kecamatan di daerah Pemalang. Ia berjarak sekitar 30 Km dari pusat kota Pemalang. Sebagaimana lazimnya nama sebuah Daerah atau tempat, tidak bisa lepas dari cerita atau legenda. Begitupun Randudongkal

Cerita kenapa dinamakan Randudongkal.

Awalnya di daerah Pemalang Selatan, ada sebuah daerah pemukiman penduduk dimana daerah tersebut masih menjadi kekuasaan kadipaten pemalang kala itu dipimpin oleh Adipati Raden INGABEI SUBAJAYA dengan Patih Raden SEDO KRAPYAK

didaerah pemukiman tersebut tumbuh pohon randu yang sangat besar. Pohon randu tersebut amat menggangu aktivitas warga sekitar. Banyak orang yang menganggap Kramat pohon randu tersebut dan banyak orang yang menaruh sesaji serta meminta berkah pada pohon tersebut khususnya pada malam-malam tertentu seperti pada malam jum’at kliwon dan malam selasa kliwon,

Ki Ageng sebagai sesepuh desa kala itu dan beberapa tokoh dan ulama bermusyawarah untuk membicarakan penebangan pohon randu tersebut.

dalam musyawarah tersebut disepakati untuk menebang pohon randu tersebut dan untuk menentukan harinya.

Pada saat hari penebangan, tiba tiba awan berubah menjadi Gelap dan angin bertiup kencang. Angin yang bertiup kencangan ini menyebabkan pohon randu terangkat dari tanah dan akhirnya terlempar tak jauh dari situ. Warga girang, karena pohon randu yang besar itu kemudian tumbang, tidak sedikit dari mereka yang bersahutan senang.

“randune dungkar”

“randune dungkar”yang artinya Pohon Randunya roboh.

untuk mengabadikan peristiwa tersebut oleh sesepuh Desa pada waktu itu.Kampung tersebut dinamakan RANDUDONGKAL berasal dari kata RANDU DUNGKAR artinya RANDU yang Roboh .

Tempat Tumbangnya Randu Muncul Mata Air  yang Sekarang Dikenal Menjadi Sumur Wangkal